Arsip Bulanan: Maret 2017

Melawan Rasa

Tulisan kali ini bukan tentang suatu puisi atau suatu tulisan yang puitis. Aku bukan orang yang mahir dalam bidang itu. Namun, tulisan ini akan bercerita mengenai bagaimana aku melawan rasa tidak nyaman yang keluar saat aku mendapatkan tantangan mengunjungi rumah kerabat dengan naik angkutan umum ke tujuan. Dari dulu, aku memang tidak pernah diperbolehkan untuk naik angkutan umum sendiri.

Nah, kali ini yang melawan rasa nyaman bukan hanya aku. Namun juga orangtuaku. Akhirnya, kemarin (19/3) aku berhasil mengunjungi tanteku yang tinggal di Kopo. Sebelum berangkat, Mama dan Papa berulang kali mengingatkanku untuk tetap waspada, memperhatikan sekeliling, hindari angkot yang kosong dan mengamati orang-orang didalam angkot. It’s a world full of bad people, folks.

Berawal dengan berjalan melalui Jalan Karasak hingga sampai ke Bypass, lalu aku menyeberang jalan yang ramai. Aku berdiri agak lama karena kurang berani untuk menerobos lalu lintas yang ramai, hingga ada orang lain yang menyeberang dan aku ikut dia menyeberang. Lalu aku naik angkot Cicaheum – Cibaduyut yang menuju ke terminal Leuwipanjang. Ini angkot pertama yang berhenti. Dan setelah melihat bahwa angkotnya cukup penuh, aku naik karena di awal Mama sudah memperingatkan untuk jangan naik angkot yang kosong. Aku duduk di belakang karena yang di depan sudah ada yang menempati. Aku kurang nyaman bila duduk berhimpitan bersama dengan orang lain yang belum aku kenal sama sekali. Saat itu, ada cukup banyak orang yang naik angkot bersamaku. Salah satunya adalah seorang ibu yang sedang bersama anaknya, ia terlihat lelah dengan wajah berpeluh. Ada juga seorang anak SMA yang asik dengan hapenya. Karena penumpang lain terlihat normal, aku mulai merasa agak tenang. Awalnya aku memang merasa kurang nyaman pergi sendirian, namun aku meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Sesampainya aku di daerah sekitar terminal, aku dan penumpang lain turun. Tarif dari Bypass sampai ke Terminal bisa dibilang cukup murah yaitu Rp.3000,00. Setelah membayar, aku mulai mencari angkot selanjutnya karena aku belum sampai ke tujuan. Aku memilih angkot yang menuju ke Soreang. Aku akhirnya sampai ke depan kompleks Kopo Elok. Perjalanannya agak lama karena memang kondisi jalan di Kopo agak macet.

Setelah membayar angkotnya aku memastikan aku tak kehilangan apapun lalu aku mulai berjalan ke dalam kompleks, kebetulan rumah Tanteku agak jauh dari luar sehingga aku harus berjalan sekitar 10 Р15 menit. Sesampainya aku di sana, aku merasa lega karena sudah sampai dengan selamat. Langsung aku memencet bel lalu tanteku keluar. Ia mengajakku masuk ke dalam lalu kami bercakap cakap ringan.

Mulai dari mengobrol mengenai sekolahku, lalu tentang profesinya yaitu seorang ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sampingan yaitu menerima pesanan kue kering. Terkadang, bila aku sempat dan aku niat aku dan kakakku akan berkunjung dan membantunya membuat kue.

Tak terasa, obrolan kami terus mengalir. Sampai akhirnya, Mama dan Papa datang menjemputku. Kami sempat mengobrol beberapa saat lalu kami berpamitan dan pulang. Ternyata, aku juga bisa melawan rasa tak nyamanku dalam bepergian dan menantang diriku lebih jauh lagi. Asli, ini asik!

 

Iklan