Eragon, the first and may be the last.

foto-eragonJudul Buku : Eragon

Penulis : Christopher Paolini

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 554 hal

Cetakan ke : Sembilan, Mei 2010

ISBN : 978 – 979 – 22 – 0862 – 7

Alih Bahasa : Sendra B. Tanuwidjaya

 

Christopher Paolini adalah seorang penulis asal Paradise Valley, Montana, Amerika. Di buku Eragon, dituliskan bahwa disaat Christ berumur 15, ia sudah mulai menulis buku Eragon. Di umur itu juga ia lulus SMU. Saat ini buku seri Warisan yang terdiri dari Eragon, Eldest, Brisingr dan Inheritance sudah selesai dan sudah diterbitkan. Bahkan buku Eragon sudah selesai di film-kan.  Bagiku, Christ berhasil meninggalkan kesan penasaran, senang, bangga dan bahagia dalam melihat kemenangan Eragon di dalam ini pada otakku.

Awalnya, diceritakan bahwa Eragon sang pemeran utama dalam kisah ini adalah seorang anak petani yang tak kaya namun tak miskin juga. Ia tinggal bersama dengan pamannya yang tak lain adalah kakak atau adik salah satu orangtuanya. Ia sudah di titipkan pada pamannya, Garrow, oleh ibunya, Selena, sejak ia masih bayi. Sejak saat itu pula, Selena tak pernah kembali mengambil Eragon. Saat Eragon sudah hampir dewasa, ia pergi ke pegunungan Spine. Pegunungan ini dikenal sebagai pegunungan yang terkutuk, banyak mitos yang berkata bahwa pegunungan ini dapat memakan nyawanya karena terbukti sudah ada banyak manusia yang meninggal disana. Namun, mitos hanyalah mitos. Bahkan buktinya Eragon sudah pergi dan kembali dengan selamat dari pegunungan Spine beberapa kali.

Satu hari saat ia sedang berjalan kembali ke kampung dari pegunungan Spine, ia menemukan sebuah batu biru yang terlihat seperti safir biru. Batu tersebut mengilap dan kuat, bahan benda ini lebih pantas di sebut permata atau berlian dibandingkan batu biasa. Satu hari, ia terbangun di tengah malam dan menemukan batunya berderak sendiri. Tak lama dari itu, ia menemukan bahwa dihadapannya telah lahir seekor naga biru kecil. Dari sejak saat itu, ia tahu bahwa ia harus memeliharanya secara diam-diam. Karena pada zaman itu, naga adalah suatu hal yang langka dan bukan sesuatu yang main-main. Bahkan bayarannya adalah nyawa. Eragon sendiri pun, yang sangat menyayangi naga itu harus pergi dan mempertaruhkan nyawanya demi naga ini.

Bagaimana kelanjutannya? Baca saja bukunya ya! Buatku, membaca buku ini sama saja dengan lompat memasuki lubang baru yang asing dan selanjutnya aku menemukan diriku tengah berada di dunia baru yang indah. Buku ini berhasil menyita sekian banyak perhatianku, aku membaca buku ini selama 3 minggu.  Walaupun membacanya terhitung lama, namun aku puas dengan akhir dari buku ini. Karena buku ini dapat memberikan kesan yang mendalam. Saat ini aku sedang membaca buku keduanya yang berjudul Eldest. Untuk kalian yang ingin tahu mengenai cerita ini, langsung baca saja. Dijamin tak akan bosan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s