Arsip Bulanan: Februari 2017

Kopi memang kecil, namun berarti.

Mempelajari sejarah bukanlah suatu hal yang aku sukai apalagi aku minati. Namun, hal tersebut tidak menghentikan aku dari mempelajari tentang sejarah negara Indonesia.

Kebetulan aku ini sedang mencari tahu mengenai sejarah kopi Indonesia terutama kopi Jawa yang bisa di bilang cukup terkenal. Nah, kemarin ini ada sath narasumber yang datang mengunjungi kami untuk berbagi sejarah tentang Indonesia. Namanya Kak Ivan, ia adalah seorang dosen sejarah. 

Ia bilang, bahwa kopi yang sekarang ada di Indonesia itu asal usulnya bukan dari Indonesia melainkan dari negara lain. Namun, fokusku adalah di jasa yang diberikan untuk prosesnya. 

Bila ingin ada kopi, harus ada petani kopi bukan? Sedihnya, petani selalu dianggap rendah. Mengapa? Apa yang salah dari menjadi seorang petani? Bukankah tanpa adanya petani kita akan mengalami kesulitan?

Coba kalian pikirkan, tanpa petani artinya tak akan ada orang yang menanam sekaligus merawat dan memanen bahan bahan makanan kita. Bila tak ada bahan makanan, apa yang akan kita konsumsi? Terus mengimpor bahan makanan tak akan membantu kemajuan negara. Ynlang ada kita menjadi miskin. 

Maka, menurutku bahwa menjadi seorang petanj bukanlah suatu pekerjaan rendah. Namun ini adalah pekerjaan yang mulia dan penting. 

Sama juga dengan petani kopi, mereka juga penting dan bukan suatu pekerjaan yang rendah. Kopi adalag satu dari sekian banyak hal yang diimpor ke seluruh dunia. Kopi membantu perekonomian negara kita. 

Memang, ada beberapa petani yang sudah memakai sistem yang lebih efektif lagi untuk bercocok tanam dan mengekspornya. Namun berapa persen dari keseluruhan? Berapa banyak petani di Indonesia yang masih sering di bohongi dan di bodohi? Bagaimana mereka bisa terus menerus nyaman dengan pekerjaan mereka bila mereka diperlakukan seperti ini? 

Ini bukanlah masa penjajahan lagi. Kita memang sudah merdeka dalam artian kita sudah memimpin sendiri. Namun apakah kita sudah benar benar merdeka? Atau apakah kita masih dalam masa penjajahan? Dan siapa penjajah kita? Apakah selama ini kita telah menjajah negara kita sendiri? 

Sadarlah bahwa koruptor, pembohong, pembunuh, pencuri dan para orang  jahat adalah perusak. Jangan buat kita menjadi perusak negara. Lindungi bukan hancurkan. 

Iklan

Eragon, the first and may be the last.

foto-eragonJudul Buku : Eragon

Penulis : Christopher Paolini

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman : 554 hal

Cetakan ke : Sembilan, Mei 2010

ISBN : 978 – 979 – 22 – 0862 – 7

Alih Bahasa : Sendra B. Tanuwidjaya

 

Christopher Paolini adalah seorang penulis asal Paradise Valley, Montana, Amerika. Di buku Eragon, dituliskan bahwa disaat Christ berumur 15, ia sudah mulai menulis buku Eragon. Di umur itu juga ia lulus SMU. Saat ini buku seri Warisan yang terdiri dari Eragon, Eldest, Brisingr dan Inheritance sudah selesai dan sudah diterbitkan. Bahkan buku Eragon sudah selesai di film-kan.  Bagiku, Christ berhasil meninggalkan kesan penasaran, senang, bangga dan bahagia dalam melihat kemenangan Eragon di dalam ini pada otakku.

Awalnya, diceritakan bahwa Eragon sang pemeran utama dalam kisah ini adalah seorang anak petani yang tak kaya namun tak miskin juga. Ia tinggal bersama dengan pamannya yang tak lain adalah kakak atau adik salah satu orangtuanya. Ia sudah di titipkan pada pamannya, Garrow, oleh ibunya, Selena, sejak ia masih bayi. Sejak saat itu pula, Selena tak pernah kembali mengambil Eragon. Saat Eragon sudah hampir dewasa, ia pergi ke pegunungan Spine. Pegunungan ini dikenal sebagai pegunungan yang terkutuk, banyak mitos yang berkata bahwa pegunungan ini dapat memakan nyawanya karena terbukti sudah ada banyak manusia yang meninggal disana. Namun, mitos hanyalah mitos. Bahkan buktinya Eragon sudah pergi dan kembali dengan selamat dari pegunungan Spine beberapa kali.

Satu hari saat ia sedang berjalan kembali ke kampung dari pegunungan Spine, ia menemukan sebuah batu biru yang terlihat seperti safir biru. Batu tersebut mengilap dan kuat, bahan benda ini lebih pantas di sebut permata atau berlian dibandingkan batu biasa. Satu hari, ia terbangun di tengah malam dan menemukan batunya berderak sendiri. Tak lama dari itu, ia menemukan bahwa dihadapannya telah lahir seekor naga biru kecil. Dari sejak saat itu, ia tahu bahwa ia harus memeliharanya secara diam-diam. Karena pada zaman itu, naga adalah suatu hal yang langka dan bukan sesuatu yang main-main. Bahkan bayarannya adalah nyawa. Eragon sendiri pun, yang sangat menyayangi naga itu harus pergi dan mempertaruhkan nyawanya demi naga ini.

Bagaimana kelanjutannya? Baca saja bukunya ya! Buatku, membaca buku ini sama saja dengan lompat memasuki lubang baru yang asing dan selanjutnya aku menemukan diriku tengah berada di dunia baru yang indah. Buku ini berhasil menyita sekian banyak perhatianku, aku membaca buku ini selama 3 minggu.  Walaupun membacanya terhitung lama, namun aku puas dengan akhir dari buku ini. Karena buku ini dapat memberikan kesan yang mendalam. Saat ini aku sedang membaca buku keduanya yang berjudul Eldest. Untuk kalian yang ingin tahu mengenai cerita ini, langsung baca saja. Dijamin tak akan bosan!