Mengenal lingkungan sekitar

Kembali lagi ke saat-saat aku bercerita tentang perjalanan kecil kami. Di sekolahku, kalau sudah jenjang SMP kami akan pergi ke luar sekolah dan melakukan suatu kegiatan yang berbeda per jenjangnya. Tahun lalu, saat aku kelas 7 kami pergi nyaba lembur. Dan untuk tahun ini, kami akan perjalanan besar! Perjalanan di mana kami pergi ke beberapa kota di jawa dan menggali berbagai informasi di sana. Namun sebelumnya, kami perlu melakukan latihan terlebih dahulu. Latihannya tak hanya berupa latihan fisik namun juga latihan manajemen.

Salah satu latihan fisik yang sudah kami lakukan adalah ekspedisi kecil ke lingkungan sekitar sekolah. Ekspedisi itu kira-kira tiga hari lamanya. Hari pertama adalah hari Kamis, hari itu kami pergi ke RT04 yang ternyata ada di belakang sekolah kami! Di sana, aku dan rekan kerjaku, Carenza, mewawancarai dua warga (masing-masing satu warga) dan setiap kelompok harus mewawancarai pak RT04 di sana. RT04 itu adalah tempat yang bisa dibilang kumuh dan saat itu sedang ada perbaikan saluran air. Sehingga perjalanan kami agak terhambat oleh perbaikan tersebut. Di sana juga ada satu kandang soang lhoo.. Soangnya lucu namun berisik dan agak mengganggu wawancara kami. 

Masih melanjutkan perjalanan, kami setelah dari RT04 semua kelompok langsung berangkat ke kecamatan Sukajadi yang ada di jalan Sukamulya. Kecamatan itu adalah satu dari sekian banyak kecamatan yang menjalankan program Eco Office, progam yang membuat sebuah kantor menjadi tempat yang ramah lingkungan. Komponen yang mendukung program ini ada sangat banyak, contohnya adalah biopori dan vertikal garden. Ketua kecamatannya adalah pak Toto, ia bercerita banyak mengenai birokrasi dan topik utamanya adalah Eco Office. Kami sekelas juga sempat masuk ke dalam kantornya untuk melihat program ini benar-benar dijalankan. Namun sayangnya, program ini masih belum berjalan dengan baik karena masih ada karyawan yang merokok tak di tempatnya dan membuang puntung rokok di mana pun. Ada juga yang menyalakan lampu padahal tak terlalu butuh. Hal itu menurutku sangat disayangkan karena semestinya program ini akan menjadi menguntungkan bagi banyak orang (bila program berjalan dengan lancar).

Hari esoknya, kami pergi ke sungai Djunjunan yang letaknya tak terlalu jauh dari Kecamatan Sukajadi. Di sana kami kembali mewawancarai seseorang dan melihat kondisi sungai itu. Bagiku, sungai ini tak terlalu bersih karena ada banyak sampah di sungainya. Juga ada banyak tumpukan sampah di pinggir sungai yang sepertinya akan terbawa arus bila hujan besar. Nah, kesadaran kesadaran akan hal seperti inilah yang seharusnya di kembangkan dalam pemikiran masyarakat Bandung. 

Lanjut dari sana, kami segera berangkat ke TPS ( Tempat pembuangan sementara ) Pasteur. Disana kami kembali bertanya-tanya mengenai banyak hal. Salah satunya adalah mengenai bagaimana banyak orang dengan seenaknya membuang sampah ke TPS dengan di lempar. Padahal para pekerja di sana juga sesama manusia yang ingin di hormati. Dan ternyata, sampah yang di hasilkan TPS ini sangat banyak. Jumlahnya… tiga gunung perhari! Terbayang kan ada berapa banyak sampah di TPA? Menurutku akan lebih baik bila kita awalnya memilah terlebih dahulu, mengolah yang organik menjadi kompos dan yang anorganik di jual agar menghasilkan. Dari sana, perjalanan kami dilanjutkan beberapa hari setelahnya. 

Hati terakhir pun tiba! Kali ini kami di beri tantangan yang lebih besar. Kakak tak memberi tahu kami di mana tempatnya. Alamatnya adalah bank sampah RW02 dan nanti ketemu ibu Komala. Keluar sekolah kami semua langsung bergegas mencari orang yang bisa di tanya tentang alamat ini. Aku memilih untuk bertanya pada satpam sekolah. Setelahnya semua anak langsung pergi ke tujuan yang sama. Namun ternyata kami salah alamat! Bukannya ke RW02 kami malah pergi ke RW05, tapi tak apa. Dengan itu kami jadi belajar kalau kami mau pergi ke satu alamat, yakinkan dahulu informasinya benar baru setelahnya pergi ke alamatnya. 

Sampainya di sana, kami mengobrol dengan ibu haji Apon. Ia bilang di bank sampah orang-orang akan dapat uang bila menyetor sampah. Setiap jenis sampah ada harganya. Disan juga ada banyak tanaman. Ada sekitar 100 lebih jenis tanaman. Keren yaa!! Habis itu kami membantu ibu-ibu itu memberikan sampah ke pengumpul dan pulang! 

Asik deh! Sampai ketemu lagi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s