The Mortal Instruments : City Of Ashes

Judul : The Mortal Instruments Series City Of Ashes

Penulis : Cassandra Clare

Penerbit : PT Ufuk Publishing House

Jumlah Halaman :614

ISBN : 978-603-8801-30-0

Clary Fray, anak perempuan Jocelyn Fairchild ingin kembali ke kehidupan normalnya lagi. Namun sayangnya, ibunya tidak bisa dibangunkan. Ia terpaksa kembali ke dunia pemburu bayangan disaat ia mengetahui kakaknya , Jace, menghilang dari Institut.Hal berikutnya yang ia ketahui adalah Jace dimasukkan ke penjara kota tulang. Saat ditahan, jace mendapatkan ayahnya, Valentine, mengambil pedang mortal. Semuanya menjadi semakin rumit disaat Simon memutuskan untuk pergi ke Hotel sarang Vampir, tak lama setelahnya Clary mengetahui kalau dirinya sedang berada di kuburan Yahudi menyaksikan Simon bangkit dari dari kuburan bersama Jace.

th

Di sisi lain, Valentine sedang mencoba melakukan sebuah ritual dengan Maia, si manusia serigala, dan Simon, si vampir baru. Tentunya Clary dan Jace harus bergegas menyelamatkan mereka. Dengan bantuan dari banyak pemburu bayangan yang lainnya, mereka berhasil membobol masuk ke kapal Valentine. Di dalam kapal, Clary dan Jace berhasil menyelamatkan Maia dan Simon. Disaat Jace mencoba menyelamatkan Simon dengan membiarkannya meminum darahnya, Clary berhasil menghancurkan kapal dengan rune buatannya sendiri. Di perjalanan pulang, Simon terkejut dengan mengetahui dirinya dapat terkena sinar matahari. Wah, suatu berita mengejutkan bagi semua orang, apalagi bagi kaum vampir. Setelah pulang, Clary kembali ke rutinitas sehari-harinya, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang tamu yang mengaku bisa menyembuhkan sekaligus membangunkan ibunya.

 

Aku memilih untuk membaca buku ini karena aku senang sekali menonton seri pertamanya, karena saat itu aku tidak tahu kalau film itu diangkat dari sebuah buku. Menurutku, buku ini patut dibaca, terutama untuk para penggemar cerita fantasi. Namun bukan berarti buku ini tidak patut dibaca oleh penggemar buku bergenre lain. Buktinya, aku sudah membaca buku ini berulang-ulang dan tak pernah bosan. Asiknya, Cassandra tidak berhenti di buku kedua, ia melanjutkan meuliskan sampai ke buku ke-5.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s