Hari Senin di Kiara Condong

 

Halo warga Bandung! Siapa yang belum pernah ke Kiara Condong? Kiara Condong terkenal dengan stasiunnya kan? Kemarin ini di hari Senin, aku dan teman-temanku menjelajahi beberapa bagian dari Kiara Condong, penjelajahan kami berawal seperti ini.

Di pagi hari yang dingin, kami berkumpul di Stasiun Kebon Kawung. Turun dari mobil, aku langsung mencium wangi roti. Wii! Rasanya pengen makan, tapi udah sarapan. Yah, udah deh. Saat aku berkumpul dengan teman-teman, aku bisa melihat ada banyak kerumunan orang yang sedang menunggu kerabat dan kereta. Banyak anak kecil yang menunggu kedatangan ayahnya bersama ibunya atau menunggu kedatangan anggota keluarganya yang lain. Tak sedikit turis datang dan pergi.

Selagi kami menunggu kedatangan teman-teman yang lain, kami berbincang dan melihat-lihat orang yang berlalu lalang. Karena ngobrol asik, nggak kerasa deh, sudah waktunya untuk kami untuk mulai kegiatan.

Kita memulai kegiatan dengan berdoa, setelah berdoa kami membuat list pertanyaan untuk mewawancarai orang sekitar. Dari Stasiun Utara, kami berjalan ke Stasiun Selatan untuk naik kereta. Kami sampai di Stasiun Selatan jam 8.33. Jam 9.10, kami sekelas naik kereta ke Kiara Condong. Karena penasaran, kelompokku berjalan-jalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya untuk mengisi waktu perjalanan. Ada banyak penumpang yang kelihatan lelah, ada juga yang terlihat masih segar. Kami sampai di Stasiun Kiara Condong jam 9.30, seteah turun dari kereta kami pergi ke Kelurahan Kebon Jayanti untuk menanyakan letak Gereja Kristen Jawa. Di Gereja, kami berkenalan dengan Pa Yohan, ia adalah pendeta di sana.

Di Gereja kami berbincang dengan Pa Yohan, ia adalah pendeta pindahan dari Yogyakarta. Katanya, dulu tahun 1925, orang jawa mulai masuk ke daerah tanah Jawa. Kebanyaan dari mereka memilih profesi untuk menjadi bidan, namun ada juga yang memilih untuk ikut dalam Gereja Pasundan. Di Gereja itu, kebaktiannya memakai bahasa Sunda. Namun karena mayoritas umat disana itu orang Jawa, akhirnya mereka menyediakan kebaktian memakai bahasa Jawa. Dengan itu, akhirnya mereka bersatu dengan Gereja Kristen Jawa. Sebelum mereka memiliki dana untuk membeli tanah, mereka menyewa tempat untuk kebaktian. Salah satu tempatnya adalah sebuah sekolah Yayasan Beribu. Lalu, di tahun 1964, mereka ahkirnya dapat membeli tanah. Mereka membangun sebuah rumah panggung, diatas untuk kebaktian, dan dibawah untuk ternak. Buatku cerita sejarah itu sangat menarik.

Setelah dari Gereja, kami pergi ke Pasar Kiara Condong. Pasar di sana sayangnya masih belum terjaga kebersihannya! Becek, bau sampah, banyak sampah dan bau rokok. Di sana, kami mencari sebuah toko yang menjual sesajen dan. Di sana, kami mengobrol dan bertanya tanya. Aku dan temanku memilih untuk mengobrol dengan seorang ibu-ibu yang sedang bersantai. Kami mengobrol dan tertawa bersama. Walaupun masih terlihat muda, sebenarnya dia udah punya cucu yang umurnya sama sepertiku! Saat aku tanya ibu umurnya berapa, dia bilang dia umurnya 53 tahun ini. 53 dan sudah punya cucu berumur 13. Wow, keren ya. 🙂

Selesai berbincang dengan ibu itu, kami pergi ke Masjid Baiturahman untuk istirahat makan siang dan break shalat. Di Masjid, aku juga sempat mencoba memotret ekspresi teman-teman. Ada foto yang hasilnya baik, ada juga yang buruk. Haha. Abis aku foto, aku ngobro santai sama teman-teman.

Selesai istirahat, aku kira kita akan langsung pulang, eh taunya kita ke sekolah Yayasan Beribu dulu. Di sana kita menyelesaikan semua tantangan sekalian merapihkan catatan. Baru lah, selesai dari sana kita ke stasiun dan pulang! Sampai di Stasiun selatan itu sekitar jam 13.58. Ternyata belum selesai juga! Kita pergi ke Roof Top Garden Stasiun Selatan yang dibuat oleh Pa Ana. Kami istirahat dan merapihkan catatan di Roof Top Garen dari jam 14.1o sampai jam 14.45. Jam 14.45, kami pamit ke Pa Ana dan jalan lagi ke Stasiun Utara. Kami sampai di Stasiun Utara jam 15.00. Kita menutup kegiatan dengan berdoa. Lalu, PULANG!

Kurang lebih penjelajahan kami seperti itu. Sampai jumpa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s